Materi pelajaran; Seni budaya kelas 8
BAB 1 KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA
- Karya seni rupa terapan Nusantara
adalah karya seni rupa yang berwujud dua atau tiga dimensi yang memiliki
fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat di wilayah
Nusantara.
- Benda-benda terapan peninggalan dari zaman logam, antara lain kapak corong, candrasa, nekara, moko, dan emas bejana.
- Keberadaan seni klasik di Indonesia
tampak dari adanya peninggalan candicandi dari zaman Hindu dan Buddha,
seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
- Karya seni rupa terapan Nusantara berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis dan estetis.
- Bentuk karya seni rupa terapan
Nusantara, di antaranya terdapat pada bentuk rumah adat, alat
transportasi, senjata tradisional, dan berbagai jenis seni kriya.
- Sikap atau kegiatan apresiasi dapat
digolongkan dalam 3 tingkatan, yaitu apresiasi empatik, apresiasi
estetis, dan apresiasi kritik.
- Karya seni rupa terapan yang berkembang
di wilayah Nusantara umumnya sarat makna dan nilai simbolik. Nilai
simbolik bisa terdapat pada warna, bentuk, atau motif.
- Corak ragam hias di Nusantara digolongkan menjadi pola hias abstrak dan pola hias abstraksi.
- Teknik penciptaan karya seni rupa
terapan di Indonesia, yaitu teknik pahat, teknik butsir, teknik lukis,
teknik cor, teknik las, teknik konstruksi, teknik cetak, dan teknik
tempa.
BAB 2 MERANCANG DAN MEMBUAT KARYA BATIK
- Batik merupakan gambar hiasan yang
dibuat di atas kain yang teknik pengerjaannya melalui proses penutupan
dengan bahan lilin dan menggunakan alat canting.
- Membatik adalah menggambar atau melukis dengan bahan lilin yang dipanaskan dengan menggunakan alat canting.
- Beberapa bentuk motif dalam desain
ragam hias batik, yaitu motif bidang (geometrik dan organik); motif
flora, fauna, dan manusia; motif garis; dan motif benda.
- Pembuatan pola batik dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu membuat pola dengan bantuan garis dan membuat
pola dengan menjiplak (mal).
- Bahan untuk membatik terdiri atas kain mori atau kain sutra, lilin atau malam, dan zat pewarna.
- Peralatan untuk membatik terdiri atas
canting, wajan, kompor, gawangan, panci besar, setrika, dan saringan.
Peralatan pendukung lainnya, yaitu tempat duduk pendek, kain pelindung
paha, bandul untuk penahan kain agar tidak bergeser, dan sarung tangan.
- Tahapan dalam proses membatik, yaitu
mempersiapkan pola batik pada kain yang telah dibuat, mempersiapkan
semua peralatan yang digunakan untuk membatik, serta teknik dan proses
dalam membatik.
BAB 3 MENGGAMBAR ILUSTRASI
- Gambar ilustrasi adalah gambar yang
berfungsi sebagai penghiasan serta membantu memperjelas suatu teks,
kalimat, naskah, dan lain-lain pada buku, majalah, koran, dan sejenisnya
agar lebih mudah dipahami.
- Ilustrasi di Indonesia sudah dikenal
sejak zaman prasejarah, dengan ditemukannya bukti berupa gambar-gambar
pada dinding gua di daerah Sulawesi Selatan, Papua, dan Maluku.
- Dasar-dasar pembuatan gambar ilustrasi
harus memperhatikan penguasaan teknik dalam pembuatannya, pesan yang
tercantum di dalamnya, dan mudah dipahami.
- Jenis gambar ilustrasi jika ditinjau
dari segi corak dan bentuk terdiri atas gambar bercorak realistis,
dekoratif, karikaturis, dan ekspresionis.
- Jenis gambar ilustrasi berdasarkan
penempatannya terdiri atas ilustrasi cerita, ilustrasi komik atau cerita
bergambar, ilustrasi rubrik, ilustrasi sampul buku, karikatur dan
kartun, serta ilustrasi periklanan.
- Ada beberapa tahapan yang harus dilalui
oleh seorang ilustrator dalam menggambar ilustrasi, yaitu gagasan atau
ide, sketsa, dan pewarnaan gambar.
- Pada prinsipnya, tidak ada batasan,
baik media atau teknik dalam menggambar ilustrasi atau melukis.
Peralatan yang digunakan, antara lain spidol, drawing pen dengan beragam
ukuran, pena tulis, kuas, dan pensil.
- Unsur utama gambar ilustrasi adalah gambar manusia, gambar binatang, gambar tumbuhan, dan gambar benda.
BAB 4 CABANG-CABANG SENI RUPA DAN KEGIATAN APRESIASI
- Karya seni rupa dapat dibagi dalam beberapa cabang, yaitu seni lukis, seni patung, seni kriya, seni grafis, dan desain.
- Aliran dalam seni lukis sangat beragam, di antaranya aliran realis, naturalis, ekspresionis, impresionis, abstrak, dan surealis.
- Desain merupakan pengembangan dari seni
kriya, namun lebih mengkhususkan pada bidang perencanaan suatu hasil
karya seni. Seni desain dibagi dua cabang, yaitu desain komunikasi
visual dan desain produk.
- Apresiasi memiliki arti penting bagi
seniman atau pencipta karya seni maupun bagi pengguna atau penikmat
karya seni (masyarakat). Hal ini karena apresiasi merupakan sarana
penghubung di antara keduanya.
- Tahap-tahap dalam melakukan apresiasi,
antara lain pengamatan terhadap objek karya, penghayatan terhadap karya
seni, serta penilaian dan penghargaan.
- Proses apresiasi dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung.
- Langkah pertama dalam proses
identifikasi adalah menentukan objek yang hendak diapresiasi. Aspek yang
diapresiasi bisa keseluruhan dari unsurunsur objek yang menyertai atau
hanya unsur-unsur tertentu dari objek tersebut.
BAB 5 BEREKSPRESI MELALUI KARYA SENI RUPA
- Tenun ikat adalah kain tenun yang pembentukan ragam hiasnya dibuat dengan cara mengikat bagian-bagian benangnya.
- Kain songket adalah kain tenun yang
dibuat dengan suatu teknik memberikan benang tambahan berupa benang
emas, benang perak, atau benang sutra dengan cara dicukit atau
disongket.
- Bahan dan peralatan yang diperlukan
untuk membuat cetakan tenun, yaitu kayu (kayu reng), paku, gergaji,
palu, pensil, dan kertas.
- Bahan yang diperlukan untuk membuat
tenunan, yaitu benang wol dengan perpaduan warna yang serasi. Peralatan
yang dibutuhkan adalah gunting, peniti, dan cetakan tenun.
- Jenis-jenis seni grafis berdasarkan teknik pembuatannya terdiri atas cetak dalam, cetak saring, cetak datar, dan cetak tinggi.
- Alat yang diperlukan untuk membuat
cetak tinggi, yaitu acuan cetak pahat dan pencungkil kayu, tinta cetak,
rol karet, dan kertas putih polos.
- Pameran karya seni rupa kelas atau
sekolah adalah kegiatan memperlihatkan karya seni rupa yang dihasilkan
oleh siswa selama menempuh pembelajaran di sekolah kepada khalayak umum,
baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.
- Pameran mempunyai tujuan umum, yaitu
untuk mendapatkan tanggapan, penilaian, atau apresiasi dari khalayak
umum dalam lingkungan sekolah. Tujuan khususnya, yaitu bagian dari
pembelajaran siswa itu sendiri.
- Jenis-jenis pameran seni rupa berdasarkan pesertanya, yaitu terdiri atas pameran tunggal dan pameran bersama.
- Tata cara pelaksanaan pameran,
menyangkut seluruh proses kegiatan pameran dari tahap persiapan awal,
pengelolaan pameran, persiapan akhir, hingga pelaksanaan pameran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar