Materi pelajaran; Ips kelas 9
BAB 1 Negara Berkembang Dan Negara Maju
- Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat
dari hasil-hasil pembangunan yang telah dicapainya. Indikator
keberhasilan pembangunan suatu bangsa dapat dilihat dari beberapa aspek
antara lain: peningkatan pendapatan perkapita, penurunan masyarakat
miskin, penurunan ketimpangan penerimaan pendapatan, penurunan
kesenjangan hidup, penurunan tingkat kematian bayi, penurunan angka buta
huruf, dan penurunan pertumbuhan penduduk.
- Negara yang sudah berhasil dalam
pembangunan disebut negara maju, sedangkan negara yang sedang
giat-giatnya membangun disebut negara berkembang.
- Menurut Rostow, perkembangan masyarakat suatu bangsa terjadi melalui tahap-tahap:
- tahap masyarakat tradisional,
- tahap pra kondisi menuju tinggal landas,
- tahap tinggal landas,
- tahap gerak menuju kematangan,
- tahap konsumsi tinggi.
- Ciri-ciri negara berkembang, antara lain:
- tingkat kehidupan rendah,
- tingkat produktivitas rendah,
- tingkat pertumbuhan penduduk dan angka ketergantungan tinggi,
- ketergantungan pada sektor pertanian dan produksi primer, dan
- ketergantungan dalam hubungan internasional.
- Ciri-ciri negara maju, antara lain:
- pertumbuhan penduduk kecil;
- kegiatan ekonomi berbasis perdagangan, industri, dan jasa;
- sebagian besar penduduk tinggal di perkotaan;
- angka harapan hidup tinggi;
- pendapatan perkapita tinggi;
- tingkat pendidikan penduduk rata-rata tinggi; dan
- angka kematian bayi kecil.
- Kelompok negara-negara maju secara umum
terletak di Benua Eropa, khususnya Eropa Barat dan kawasan Amerika
Utara. Rata-rata mereka terletak di belahan bumi Utara, oleh karena itu
mereka juga sering dijuluki sebagai “Negara Utara”.
- Kelompok negara-negara berkembang
secara umum menempati Benua Afrika, Benua Asia, dan kawasan Amerika
Selatan. Mereka pada umumnya adalah negara-negara korban imperialisme di
masa lalu. Kebanyakan negara berkembang menempati belahan bumi Selatan,
sehingga mereka juga sering dijuluki sebagai “Negara Selatan”.
BAB 2 Perang Dunia II Dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia (1939 – 1945)
- Dalam Perang Dunia II kekuatan Jepang
sangat besar, sehingga secara perlahan serangan-serangan yang
dilancarkan mampu mendesak Sekutu. Karena kekuatan semakin terdesak,
maka pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati Belanda (diwakili Jenderal
Teer Poorten) menyerah kepada Jepang (diwakili Jenderal Imamura)
sekaligus wilayah jajahan Belanda di Asia diserahkan kepada Jepang.
- Adanya perjanjian di Kalijati tersebut
menandai dimulainya zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Jepang mulai
menanamkan kekuasaannya di Indonesia dengan menyebarkan
propaganda-propaganda yang menarik hati bangsa Indonesia, misalnya
dengan mendirikan organisasi-organisasi seperti gerakan 3A, Putera, Jawa
Hokakai, Chuo Sang In, dan lain-lain.
- Layaknya penjajah yang lain, Jepang
juga melakukan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran. Selain
itu, juga melakukan eksploitasi terhadap sumber daya manusia dengan
membentuk organisasi-organisasi militer maupun semi militer seperti
Seinendan, Keibodan, PETA, Fujinkai, heiho, dan lain-lain. Jepang juga
menerapkan kerja paksa atau romusha yang menyebabkan penderitaan rakyat.
Adanya penderitaan rakyat mendorong munculnya perlawanan dari
masyarakat seperti perlawanan di Aceh, Singapura, Indramayu, Kalimantan,
Irian, dan Blitar (oleh PETA).
BAB 3 Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945 – 1949)
- Setelah berhasil mengumandangkan
proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, maka tugas bangsa
Indonesia selanjutnya yaitu mempertahankan kemerdekaan. Upaya bangsa
Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan tidak hanya melalui
perjuangan bersenjata, tetapi juga melalui perjuangan diplomasi.
Perjuangan diplomasi dilakukan bangsa Indonesia karena hal itu bisa
menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai.
Namun, karena bangsa penjajah (Belanda) yang diajak berdiplomasi tidak
menunjukkan itikad yang baik, maka perjuangan senjata pun dilakukan
bangsa Indonesia.
- Setelah melalui perjuangan yang
panjang, akhirnya Indonesia dan Belanda mencapai kesepakatan dalam
Konferensi Meja Bundar. Hasil KMB tersebut yaitu tentang pengakuan
kedaulatan RI dan terbentuknya Republik Indonesia Serikat. Dengan
berakhirnya Konferensi Meja Bundar (KMB), maka berakhirlah pula
kekuasaan Belanda atas Indonesia.
BAB 4 Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan (1950 – 1966)
- Pada waktu Indonesia menerapkan sistem
Demokrasi Liberal selama kurun waktu 1950 – 1959, kondisi pemerintahan
dan ekonomi dalam negeri tidak stabil. Silih bergantinya kabinet yang
berkuasa dalam waktu yang relatif singkat, menjadikan program kerja yang
telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Meski
demikian, bangsa Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilihan umum yang
demokratis pada tahun 1955 untuk memilih anggota DPR dan dewan
konstituante. Namun sayang sekali, dewan konstituante yang diharapkan
dapat menyusun konstitusi baru hingga batas waktu yang telah ditentukan
tidak berhasil.
- Kegagalan dewan konstituante ini
melatarbelakangi dikeluarkannya Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959
yang memutuskan untuk kembali ke UUD 1945. Dengan dekrit ini, Presiden
Soekarno mengendalikan pemerintahan. Presiden juga menerapkan Demokrasi
Terpimpin, yang dalam perkembangannya terpimpin diartikan terpusat pada
presiden. Pada masa Demokrasi Terpimpin kehidupan politik dan ekonomi
dalam negeri pun tidak bertambah baik. Banyak sekali kebijakan-kebijakan
Presiden Soekarno yang menyimpang dari Pancasila. Kondisi yang demikian
menjadikan hubungan antara pusat dengan daerah semakin renggang. Hal
ini mendorong munculnya gerakan sparatis yang menginginkan daerahnya
terpisah dari RI.
BAB 5 Perubahan Sosial Budaya
- Perubahan sosial adalah perubahan
unsur-unsur sosial dalam masyarakat sehingga terbentuk tata kehidupan
sosial yang baru dalam masyarakat.
- Bentuk-bentuk perubahan sosial terdiri
atas perubahan evolusi, perubahan revolusi, perubahan yang pengaruhnya
besar dan kecil, perubahanperubahan yang direncanakan dan yang tidak
direncanakan.
- Perubahan budaya adalah perubahan unsur-unsur kebudayaan karena perubahan pola pikir masyarkat sebagai pendukung kebudayaan.
- Bentuk-bentuk perubahan kebudayaan yaitu difusi kebudayaan, asimilasi kebudayaan, cultural animosity, inovasi.
- Perubahan sosial berhubungan dengan
perubahan kebudayaan, maka apabila terjadi perubahan pada unsur-unsur
kebudayaan yang fundamental akan diikuti oleh perubahan sosial.
- Faktor penyebab perubahan sosial budaya dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar masyarakat.
- Faktor pendorong perubahan sosial
budaya yaitu kontak dengan budaya lain, sistem pendidikan masyarakat,
sistem terbuka lapisan masyarakat, orientasi ke masa depan, dan sikap
menghargai hasil karya orang lain.
- Faktor penghambat perubahan sosial
budaya yaitu kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, perkembangan
ilmu pengetahuan yang lambat, rasa takut akan adanya kegoyahan pada
integrasi kebudayaan, hambatanhambatan yang bersifat ideologis.
- Perubahan kebudayaan dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif.
- Dua sikap masyarakat dalam menghadapi
perubahan sosial budaya, yaitu conformity (proses penyesuaian diri) dan
deviation (penyimpangan).
- Ada tiga perilaku manusia dalam
menyikapi perubahan, yaitu tipe perilaku masyarakat yang mengharapkan
perubahan dan menolak perubahan, serta tipe perilaku masyarakat yang
bersikap apatis terhadap perubahan sosial budaya.
- Masyarakat desa bersifat statis tradisional sehingga lamban dalam menerima perubahan sosial budaya.
- Masyarakat kota bersifat modern sehingga lebih mudah dalam menerima perubahan sosial budaya.
BAB 6 Uang Dan Lembaga Keuangan
- Uang adalah segala sesuatu yang dapat
diterima secara umum sebagai alat tukar, alat pembayaran utang, alat
pengukur nilai, dan alat untuk menimbun kekayaan.
- Berikut ini jenis uang yang beredar di masyarakat.
– Uang kartal, yang terdiri atas uang kertas dan uang logam.
– Uang giral, yang terdiri atas bilyet giro, cek, pemindahan telegrafis.
- Bank adalah badan usaha yang menghimpun
dana dari masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dalam
rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.
- Jenis bank yang ada di Indonesia adalah bank sentral, bank umum, bank syariah, dan bank perkreditan rakyat.
- LKBB adalah badan usaha yang melakukan
kegiatan-kegiatan di bidang keuangan yang menghimpun dana dengan
mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk membiayai
investasi perusahaan.
- LKBB di Indonesia terdiri atas lembaga
pembiayaan, perusahaan perasuransian, dana pensiun, perusahaan
pegadaian, dan pasar modal.
BAB 7 Perdagangan Internasional
- Devisa adalah alat pembayaran
internasional yang dapat berupa wesel, cek, valuta asing, emas, dan
lain-lain yang dapat diterima oleh negara lain.
- Devisa dapat berasal dari ekspor,
penyelenggaraan jasa, pariwisata, bantuan luar negeri, pinjaman luar
negeri, kiriman uang asing, atau valuta asing.
- Valuta asing adalah mata uang asing yang dapat digunakan atau berlaku di negara lain.
- Berikut ini beberapa manfaat adanya perdagangan internasional.
– Kebutuhan negara dapat terpenuhi.
– Adanya spesialisasi produksi.
– Mengenal teknik produksi dan manajemen yang lebih baik.
– Mengenal teknologi yang lebih modern.
– Memperluas lapangan kerja.
– Mempererat tali persahabatan.
– Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
– Menambah devisa negara.
- Ekspor adalah kegiatan menjual
barang-barang ke luar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan membeli
barang-barang dari luar negeri.
BAB 8 Peta Bentuk dan Pola Muka Bumi
- Bentuk-bentuk muka bumi dapat diamati pada peta.
- Dalam peta terdapat simbol garis, titik/dot, batang,
- Garis kontur adalah garis yang
menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama, yang diukur
dari suatu bidang pembanding tertentu.
- Bentuk-bentuk muka bumi ada dua, yaitu sebagai berikut.
- Bentuk muka bumi daratan, meliputi pegunungan, gunung, dan dataran,
- Bentuk-bentuk muka bumi di dasar laut,
seperti dangkalan, the deep, punggung laut, gunung laut, plato
submarine, punggungan, cembungan, lereng kontinen, laut dalam, lantai
suatu lautan, bentul laut, pantai.
- Identifikasi pbjek geografi meliputi dua hal, yaitu geografi fisis/physical geography) dan geografi manusia (human geography).
- Beberapa gejala alam yang mempengaruhi
kehidupan manusia antara lain iklim, gempa bumi, vulaknisme, dan bentuk
medan atau permukaan bumi.
- Bentuk muka bumi berpengaruh terhadap corak kehidupan yang dilakukan oleh penduduk yang tinggal di tempat tersebut.
- Kehidupan di daerah dataran pantai adalah untuk kegiatan : pelabuhan,) tambak/payau, industri garam, dan sawah pasang surut.
- Kehidupan di dataran rendah adalah untuk berbagai kegiatan penduduk, antara lain peternakan, pertanian, industri, dan tegalan.
- Kehidupan di dataran tinggi adalah untuk berbagai kegiatan penduduk, antara lain:
hortikultura, permukiman, peternakan, dan sawah tadah hujan.
- Kehidupan di daerah pegunungan adalah untuk berbagai kegiatan penduduk, antara lain: pertanian, hortikultura, dan perkebunan
BAB 9 Asia Tenggara
- Letak Asia Tenggara secara astronomis terletak antara 28° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT
- Negara terluas di kawasan Asia Tenggara adalah Indonesia (1.919.443 km2) dan negara terkecil adalah Singapura (622 km).
- ASEAN (Association of South East Asian
Nations), lahir saat Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 di
Bangkok, Thailand oleh 5 negara, yaitu: Malaysia, Indonesia, Singapura,
Thailand, dan Filipina.
- Kawasan Asia Tenggara terdiri atas
negara: Indonesia Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Singapura, Laos,
Thailand, Brunei Darussalam, dan Kampuchea.
- Menurut iklim matahari kawasan Asia
Tenggara termasuk iklim tropis (antara 23,5 LU dan 23,5 LS), namun
secara umum beriklim monsum, rata-rata suhu berkisar 24°C- 28°C
- Jumlah penduduk negara-negara Asia Tenggara (tahun 2003) berkisar 544,8 juta jiwa.
BAB 10 Benua dan Samudra
- Benua di bumi hanya meliputi 30% dari
luas seluruh bumi yang ada, terbagi menjadi enam benua, yaitu Benua Asia
(benua terluas), Benua Amerika, Benua Afrika, Benua Eropa, Benua
Australia (benua terkecil), dan Benua Antartika.
- Samudra di bumi meliputi 70% dari luas
seluruh bumi yang ada, terdiri dari empat samudra, yaitu Samudra Pasifik
(samudra terluas), S. Atlantik, S. Hindia, dan S. Arktik (samudra
terkecil)
- Secara prinsip, benua dan samudra pada
zaman dahulu/zaman Permian ( ±225 juta tahun yang lalu) merupakan satu
benua (Benua Pangaea), selanjutnya terpecah menjadi Laurasia (utara) dan
Gondwana (selatan) karena semakin lama semakin terpecah-pecah dan
bergerak ke utara sehingga membentuk keadaan seperti sekarang ini.
- Benua Asia merupakan benua yang terpadat penduduknya (±3,830 miliar) jiwa atau
±60% penduduk dunia berada di Asia.
- Asia merupakan penghasil minyak dan gas
bumi terbesar di dunia. Sumber daya alam ini terutama dihasilkan
negara-negara di kawasan Timur Tengah. Asia juga merupakan pusat
peradaban di dunia dan agama-agama besar di dunia, seperti Hindu,
Buddha, Kristen, Katholik, Yahudi, Islam, Konghuchu, dan Tao.
- Benua Afrika merupakan benua asal ras
Negro. Di benua ini terdapat retak besar (Great Reef Valley) di bagian
timur Afrika. Sumber daya manusia di benua ini masih rendah akibat
pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, pendidikan masih belum merata,
buta huruf masih tinggi, dan penguasan iptek masih rendah.
- Benua Amerika merupakan benua yang
banyak terdapat negara-negara maju, seperti USA, Kanada. Indikator yang
menandai majunya negara-negara tersebut adalah majunya industri dan
Iptek.
- Benua Eropa merupakan benua tempat lahirnya bahasa-bahasa besar dunia, seperti
bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Jerman, dan Rusia serta terdapat
peninggalanpeninggalan bersejarah dunia (menara Eiffel, Koloseum, Menara
Pisa)
- Benua Australia merupakan benua paling
kecil di antara benua lain, namun dari segi tektonik Australia justru
paling stabil. Jarang sekali terjadi gempa tektonik ataupun gunung
meletus. Bentang alam terkenal di Australia adalah The Great Barrier
Reef, Gurun Victoria Besar, Danau Eyra, The Great Dividing Range, dan
Sungai Murray.
- Benua Antartika adalah benua yang tidak
dihuni manusia, namun sebenarnya benua ini penuh potensi sunber daya
alam (minyak bumi dan mineral). Pada tahun 1961 atas kesepakatan 12
negara menjadikan benua ini sebagai benua tak bertuan, dan hanya untuk
tujuan riset ilmiah saja.
BAB 11 Perjuangan Bangsa Indonesia Merebut Irian Barat (1950-1969)
- Belanda mengingkari persetujuan KMB
mengenai Irian Barat. Indonesia berusaha menyelesaikan masalah Irian
Barat dengan cara diplomasi. Hal ini dapat dibuktikan bahwa Indonesia
berusaha memasukkan masalah Irian Barat ke dalam agenda Sidang Umum PBB,
namun Belanda selalu menggagalkannya. Bahkan Belanda membentuk negara
Papua di Irian Barat. Masalah Irian Barat terpaksa diselesaikan dengan
kekuatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Sukarno
mengumumkan Trikora. Pada tanggal 2 Januari 1962, Presiden Sukarno
membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.
- Dalam rangka membebaskan Irian Barat,
tiga buah Motor Torpedo Boat (MTB), yaitu RI Macan Tutul, RI Macan
Kumbang, dan RI Harimau berpatroli di perairan dekat Irian. Pada tanggal
15 Januari 1962, ketiga MTB itu diserang dua kapal perusak Belanda.
Komodor Yos Sudarso dan Kapten Laut Wiratno gugur bersama beberapa awak
RI Macan Tutul. Oleh sebab itu setiap tanggal 15 Januari diperingati
sebagai Hari Samudra.
- Usaha penyelesaian damai antara
Indonesia dengan Belanda tetap diupayakan. Hal ini terbukti dapat
diselenggarakannya Perundingan New York pada tanggal 15 Agustus 1962.
Hasil terpenting Perundingan New York adalah selambat-lambatnya pada
tanggal 1 Mei 1963 UNTEA harus menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia.
Dengan demikian sejak tanggal 1 Mei 1963 Irian Barat secara resmi masuk
kembali ke wilayah Republik Indonesia.
BAB 12 Peristiwa Tragedi Nasional dan Konflik-Konflik Internal Lainnya (1948 – 1965)
- Pada tanggal 18 September 1948 terjadi
pemberontakan PKI Madiun yang dipimpin oleh Muso dan Amir Syarifudin. Di
Tasikmalaya, Jawa Barat, pada tanggal 7 Agustus 1949 Sekarmaji Marijan
Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia(NII).
NII juga disebut Darul Islam (DI), mempunyai kekuatan utama Tentara
Islam Indonesia (TII). Pengaruh DI/TII meluas sampai ke Jawa Tengah,
Sulawesi Selatan, Aceh, dan Kalimantan Selatan. DI/TII Jawa Tengah
merajalela di daerah Tegal, Brebes dan Kebumen. DI/TII Jawa Tengah
ditumpas dengan operasi militer. Pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan
dipimpin oleh Kahar Muzakar. Pada bulan Februari 1965 DI/TII di Sulawesi
Selatan dapat ditumpas. Kahar Muzakar ditembak mati. Daud Beureueh
memimpin pemberontakan DI/TII di Aceh. Pemberontakan Daud Beureueh
berhasil diselesaikan dengan “Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh” pada
bulan Desember 1960. Di Kalimantan Selatan, Ibnu Hajar memimpin
pemberontakan DI/TII. Pada tahun 1959 Ibnu Hajar tertangkap, pasukannya
dihancurkan. DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat ditumpas dengan Operasi
Pagar Betis dan Bratayudha. Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo tertangkap,
diadili, dan dihukum mati.
- Menjelang kembali ke Negara Kesatuan
Republik Indonesia, meletus pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil
(APRA) di Bandung di bawah pimpinan Westerling dan Sultan Hamid II. APRA
menyerbu kota Bandung dan menembak setiap anggota TNI yang dijumpainya.
Berkat bantuan kesatuan polisi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang
pada waktu itu berada di Jakarta, gerombolan APRA berhasil digempur dan
diusir dari kota Bandung.
- Pada tanggal 5 April 1950 Andi Azis
mengadakan pemberontakan di Makasar dengan menyerang Markas Teritorium
Indonesia Timur dan menawan Letnan Kolonel Ahmad Yunus Mokoginta.
Pemberontakan Andi Azis dapat diatasi, muncul pemberontakan Republik
Maluku Selatan (RMS). RMS diproklamasikan oleh Soumokil pada tanggal 25
April 1950. Untuk menumpas pemberontakan RMS dikirim pasukan di bawah
pimpinan Kolonel Alex Kawilarang. Pos-pos penting RMS direbut. Dalam
pertempuran jarak dekat memperebutkan benteng Nieuw Victoria, Letnan
Kolonel Slamet Riyadi dan Letnan Kolonel Sudiarto gugur. Akhirnya
Soumokil dapat ditangkap, sehingga berakhirlah pemberontakan RMS.
- Di Sumatra, pada tanggal 15 Februari
1958 Ahmad Husein mengumumkan berdirinya Pemerintah Revolusioner
Republik Indonesia (PRRI) dan menyatakan putus hubungan dengan
Pemerintah Pusat. Gerakan itu didukung Piagam Perjuangan Semesta
(Permesta). Untuk menumpas pemberontakan PRRI, pemerintah melancarkan
beberapa operasi militer, di antaranya adalah Operasi 17 Agustus di
bawah pimpinan Kolonel Ahmad Yani. Permesta ditumpas dengan Operasi
Merdeka di bawah pimpinan Letnan Kolonel Rukmito Hendraningrat.
- Pada tanggal 30 September 1965, G 30
S/PKI telah mengadakan persipan terakhir.Tepat tanggal 1 Oktober 1965
dini hari G 30 S/PKI menculik dan membunuh enam perwira tinggi TNI AD
di Jakarta. Para korban keganasan G 30 S/PKI itu ialah: Letjen Achmad
Yani, Mayjen Suprapto, Mayjen MT. Haryono, Mayjen S. Parman, Brigjen DI.
Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo. Korban lainnya adalah Lettu
Piere Tendean dan Peltu Polisi Karel Satsuit Tubun. Di Yogyakarta G 30
S/PKI menculik dan membunuh Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugiyono.
- Pagi hari tanggal 1 Oktober 1965, G 30 S
/ PKI menguasai studio RRI Pusat dan Kantor Pusat Telekomunikasi.
Melalui RRI Pusat, G 30 S/PKI mengumumkan pendemisioneran Kabinet
Dwikora dan pembentukan Dewan Revolusi. PKI nyata-nyata memberontak dan
merebut kekuasaan pemerintah yang sah. Pangkostrad Mayor Jenderal
Suharto segera bertindak. Beliau memerintahkan Komandan RPKAD Kolonel
Sarwo Edi Wibowo untuk merebut kembali studio RRI pusat dan kantor pusat
telekomunikasi. Hanya dalam waktu 20 menit kedua kantor tersebut dapat
dikuasai kembali. Kota Jakarta dan sekitarnya dapat dikuasai oleh para
prajurit sejati di bawah pimpinan Mayor Jenderal Suharto. Bersama
rakyat, ABRI melanjutkan pembersihan sisa-sisa G 30 S/PKI di seluruh
Indonesia.
BAB 13 Berakhirnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi (1998)
- Keberhasilan Soeharto menumpas G 30/S
PKI mendorong kariernya sebagai presiden. Pada tahun 1967 MPRS
mengangkat Letjen Soeharto sebagai presiden RI yang kedua. Pemerintahan
di bawah Letjen Soeharto dikenal dengan masa Orde Baru.
- Pemerintahan Orde Baru di bawah
pimpinan Soeharto, ingin mengoreksi secara menyeluruh terhadap
penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan pemerintahan Orde Lama.
Perbaikan yang dilakukan, yaitu penyederhanaan partai politik,
penggunaan asas Pancasila dalam Pemilu, penyelesaian konflik wilayah di
Indonesia, normalisasi hubungan Indonesia dan Malaysia, dan kembali
menjadi anggota PBB.
- Keinginan dan tekad yang kuat dari
pemerintah Orde Baru untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara
murni dan konsekuen pun ternyata hanya semu belaka. Berbagai praktik
kolusi, korupsi, dan nepotisme merajalela. Hal ini menyebabkan
pemerintahan Orde Baru harus berakhir pada tahun 1998 dengan didahului
demonstrasidemonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa dan masyarakat
yang menuntut reformasi total.
- Keadaan Indonesia setelah jatuhnya
Presiden Soeharto, juga tidak jauh lebih baik. Reformasi yang
didengung-dengungkan membuat masyarakat bersifat anarkis. Kebebasan
masyarakat dari kekuasaan Orde Baru membuat masyarakat kebablasan.
Persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin banyak, yaitu
melemahnya nilai tukar rupiah, inflasi tinggi, kelangkaan BBM dan bahan
sembako, tindakan main hakim sendiri, pelanggaran HAM, dan adanya
gerakan sparatis.
BAB 14 Kerja Sama Antarnegara dan Peran Indonesia dalam Dunia Internasional
- Setelah Perang Dunia II, di dunia
terbentuk dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu blok Barat
(liberalis demokrasi) yang dipimpin Amerika Serikat dan blok Timur
(sosialis komunis) yang dipimpin oleh Uni Soviet. Adanya dua kekuatan
tersebut menyebabkan perdamaian dunia terancam. Oleh karena itu,
sebagian masyarakat internasional berusaha untuk menciptakan perdamaian
dan ketertiban dunia. Hal ini terbukti dengan dibentuknya
organisasi-organisasi perdamaian dunia. Organisasi-organisasi tersebut
diantaranya PBB yang dibentuk atas prakarsa F.D. Roosevelt dan Winston
Churchill; ASEAN yang dibentuk oleh negara-negara di kawasan Asia
Tenggara; Gerakan Nonblok yang dibentuk oleh negara-negara yang tidak
memihak salah satu blok yang ada (Non Alignment); dan KAA yang
diprakarsai oleh negara-negara Asia Afrika.
- Peran serta Indonesia dalam
organisasi-organisasi tersebut tampak nyata dengan ikut aktifnya
Indonesia dalam berbagai kegiatan organisasi. Hal ini dilakukan bangsa
Indonesia untuk menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan ikut
serta menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.
BAB 15 Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Globalisasi
- Globalisasi adalah proses masuknya segala sesuatu ke ruang lingkup dunia.
- Globalisasi terjadi dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, hukum dan politik.
- Saluran-saluran globalisasi meliputi pergaulan, teknologi, ekonomi dan media hiburan.
- Dampak positif globalisasi meliputi
kebudayaan Indonesia akan lebih dikenal oleh dunia, kebudayaan Indonesia
semakin diperkaya, dapat mengakses informasi dari segala penjuru dunia,
terpenuhinya bermacammacam kebutuhan masyarakat, meningkatnya etos
kerja.
- Dampak negatif globalisasi meliputi
berubahnya gaya hidup dan perilaku masyarakat, produk dalam negeri kalah
bersaing dengan luar negeri, penyalahgunaan untuk penipuan, pornografi,
dan propaganda.
- Pola perilaku manusia dalam perubahan
sosial budaya di era globalisasi tampak pada pola makan, pakaian,
pendidikan, perdagangan, dan pergaulan.
- Modernisasi adalah suatu proses
transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat
di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat.
- Westernisasi adalah proses peniruan
oleh suatu masyarakat atau negara tentang kebudayaan dari negara-negara
Barat yang dianggap lebih baik dari kebudayaan negara sendiri.
- Dampak negatif globalisasi meliputi
berubahnya gaya hidup dan perilaku masyarakat, produk dalam negeri kalah
bersaing dengan luar negeri, penyalahgunaan untuk penipuan, pornografi,
dan propaganda.
BAB 16 Kerja Sama Ekonomi Internasional
- Kerja sama internasional adalah bentuk
hubungan kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain
untuk memajukan negaranya dan saling menguntungkan melalui kesepakatan
atau perjanjian baik secara bilateral, multilateral, maupun regional.
- Bentuk kerja sama menurut jumlah negara dibedakan menjadi kerja sama bilateral dan multilateral.
- Bentuk kerja sama menurut letak geografis dibedakan menjadi kerja sama regional dan internasional.
- Bentuk badan-badan kerja sama ekonomi secara regional, antara lain:
ASEAN, OPEC, APEC, dan MEE.
- Bentuk badan-badan kerja sama ekonomi
secara Internasional (di bawah naungan PBB), antara lain: ADB, IMF,
UNIDO, UNDP, World Bank, FAO, ILO, CGI, dan WTO.
- Peran Indonesia dalam kerja sama
internasional yaitu ikut memprakarsai berdirinya ASEAN,sebagai tuan
rumah dalam penyelenggaraan KTT ASEAN, ikut dalam pembentukan Gerakan
Nonblok (GNB), sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan KTT Nonblok,
mengirimkan Pasukan Garuda untuk perdamaian di Timur Tengah.
- Dampak kerja sama ekonomi antarnegara
antara lain meningkatkan daya saing ekonomi, menarik investasi,
menciptakan lapangan pekerjaan, dan memperkuat posisi perdagangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar